Dalam Islam, shalat merupakan tiang agama. Orang yang baik shalatnya, maka sudah tentu baik pula agamanya. Dan orang yang sebaliknya, maka berlaku pula sebaliknya.

Selain itu, sholat merupakan saran umat muslim untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, sehingga kapanpun dan di mana pun seorang muslim diperbolehkan untuk melakukan shalat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, selayaknya kita berhubungan dengan sesama manusia, berkomunikasi dengan Allah SWT atau shalat juga memiliki waktu haram untuk melaksanakan sholat.

Saat Terbit Matahari

travelsofanewchristian.com

Waktu haram untuk melaksanakan shalat yang pertama adalah saat matahari mulai terbit hingga tingginya seukuran satu tombak.

Dalam rentang waktu tersebut, haram hukumnya bagi seorang muslim untuk melakukan shalat apapun.

Dan saat posisi matahari telah mencapai tinggi seukuran satu tombak, maka sah untuk melaksanakan shalat kembal. Salah satunya yakni shalat dhuha.

Saat Waktu Istiwa Hingga Tergelincirnya Matahari

efenerr.com

Waktu istiwa adalah waktu di mana posisi matahari tepat berada di atas kepala kita, dan waktu inilah yang diharamkan untuk melaksanakan shalat.

Untuk kamu ketahui, waktu istiwa ini sangat sebentar sekali, sehingga terkadang sulit untuk merasakannya.

Namun, haramnya untuk melaksanakan shalat di waktu istiwa ini memiliki pengecualian, yakni pada hari Jum’at.

Pada hari Jum’at ini, sholat yang dilakukan pada saat waktu istiwa ini diperbolehkan dan sah juga shalat yang dilakukannya.

Saat Matahari Berwarna Kekuning-kuningan Hingga Tenggelam

pexel.com

Waktu haram untuk melaksanakan shalat pada waktu ini sendiri berdasar kepada Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yakni:

ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ، أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: «حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Ada tiga waktu di mana Rasulullah SAW melarang kita shalat dan mengubur jenazah di dalamnya: ketika matahari terbit sampai meninggi, ketika unta berdiri di tengah hari yang sangat panas sekali (waktu tengah hari) sampai matahari condong, dan ketika matahari condong menuju terbenam hingga terbenam.”

Setelah Melaksanakan Shalat Subuh Hingga Matahari Terbit

nasa.gov

Haramnya melaksanakan shalat di waktu ini berlaku bagi orang yang melakukan shalat subuh secara adâan, atau sesuai dengan waktunya.

Sedangkan jika seseorang melaksanakan shalat subuh secara qadlâan maka masih diperbolehkan untuk melaksanakan shalat lain setelah melaksanakan shalat subuh tersebut.

Setelah Melaksanakan Shalat Ashar Hingga Matahari Tenggelam

centralpark.com

Sama seperti waktu yang disebutkan dalam poin sebelumnya, pada poin ini juga berlaku bagi orang yang melaksanakan shalat ashar secara adâan.

Haramnya melaksanakan shalat setelah melaksanakan shalat ashar ini berlaku hingga matahari tenggelam sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ العَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

“Tak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tak ada shalat setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam.”

Hadits Riwayat Imam Bukhari.

Itulah waktu haram untuk melaksanakan shalat. Namun, waktu tersebut tidak berlaku jika seseorang berada di Tanah Suci Mekkah.

Dimana saat berada di Mekkah, setiap orang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat apapun di waktu kapan saja. Kunjungi Juga: Ingin Doa Kamu Terkabul? Berdoalah Di Waktu-Waktu Dikabulkannya Doa Berikut

 

Daftarkan rencana ibadah Haji dan Umroh-mu bersama Ayohaji sekarang! Dan dapatkan penawaran menarik paket ibadah Haji dan Umroh dengan mengisi form di bawah ini atau juga bisa ke halaman Daftar. Tim Kami akan segara menghubungi Anda.

*
*

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *