Jangan salah, ilmuwan muslim juga tidak kalah hebat dari ilmuwan lain yang sudah sering kita dengar seperti Nicola Tesla dan Albert Einstein.

Bahkan, beberapa ilmuwan muslim menjadi penemu pionir dalam suatu bidang. Siapa sajakah ilmuwan muslim yang memiliki kontribusi besar dalam dunia sains?

Ibnu Al Baithar

Ilmuwan Muslim Ibnu Al Baithar
wikipedia.org

Pada masa sebelum obat seperti masa sekarang digunakan, manusia zaman dahulu mengandalkan tanaman dan herbal sebagai obat.

Ibnu Al Baithar merupakan satu dari banyak ahli botani yang paling terkenal dan paling berjasa dalam dunia pengobatan herbal.

Tulisannya yang paling terkenal dan masih menjadi rujukan hingga saat ini berjudul “Compendium on Simple Medicaments and Foods”, yang mana berisi daftar 1.400 tanaman, herbal dan makanan yang mana 200 diantaranya ditemukan olehnya

Al Battani

nu.or.id

Al Battani merupakan ilmuwan muslim yang terkenal dalam bidang matematika dan astronomi.

Tulisannya dalam dunia astronomi yang berjudul “Kitab Az-Zij” menjadi salah satu tulisan yang paling memukau.

Bagaimana tidak, dalam tulisannya tersebut ia menuliskan mengenai perhitungan satu tahun, yakni 265 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik yang mana hasilnya 99% akurat dengan perhitungan menggunakan teknologi modern.

Selain itu, karya lainnya yang terkenal adalah mengenai penggunaan sinus dan garis singgung (trigonometri) dalam perhitungan kalkulasi.

Abu al-Qasim al-Zahrawi

muslimheritage.com

Mahasiswa kedokteran dan juga dokter pada umumnya tentu tidak asing dengan ilmuwan muslim yang satu ini.

Dijuluki sebagai Bapak Bedah Modern, dia membuat sebuah ensiklopedia bedah yang diberi judul “Al-Tasrif” yang mana menjadi rujukan standar bagi dunia kedokteran selama 500 tahun.

Selain itu, Al-Zahrawi juga merupakan penemu dari beberapa peralatan bedah, seperti alat untuk memeriksa uretra dan lainnya.

Ibnu Sina

wikipedia.org

Ibnu Sina atau dikenal juga dengan nama Avicenna merupakan ilmuwan muslim lainnya yang berjasa dalam dunia kedokteran.

Tidak hanya dalam bidang kedokteran, dia juga berjasa dalam dunia fisika, matematika, geologi dan geografi, astronomi, alkimia, teologi Islam, logika, dan puisi. Dia menulis 450 teks lebih dari 240 selamat, sebagian besar dalam filsafat.

Dia menulis banyak buku tentang obat-obatan, diantaranya yakni “The Canon of Medicine”, “The Book of Healing” dan “Qanun fi Thib”  yang menjadi buku medis standar di beberapa universitas

Dalam bidang kimia, ia menemukan dan melakukan distilasi uap dan menghasilkan minyak esensial, seperti esensi mawar.

Abu Musa Jabir bin Hayyan

alamy.com

Para ahli kimia saat ditanya siapa ahli kimia yang paling berpengaruh di dunia pasti akan menjawab Abu Musa Jabir bin Hayyan.

Abu Musa Jabir bin Hayyan merupakan seorang ilmuwan muslim yang menggeluti bidang kimia, alkimia, filsafat, geografi, astronomi, fisika, dan teknik.

Teksnya dalam bidang kimia dan alkimia menjadi dasar bagi ilmu kimia modern, itulah sebabnya dia disebut Bapak Kimia.

Dia menyempurnakan beberapa percobaan, seperti kalsinasi, kristalisasi, distilasi, sublimasi, dan penguapan.

Al-Khawarizmi

hamparan.net

Al-Khawarizmi merupakan seorang ilmuwan muslim yang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi.

Selama hidupnya, Al-Khawarizmi telah menulis 260 judul buku dalam berbagai bidang, yang mana kemudian menjadi inspirasi ilmuwan lain setelahnya.

Buku pertamanya, “al-Jabar”, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar.

Lebih jauh lagi, dalam ilmu kimia ia menentang konsep mengubah logam dasar menjadi emas, yang diberikan oleh alkemis.

Muhammad bin Zakariya ar-Razi

wikipedia.org

Ilmuwan muslim yang paling berpengaruh terakhir adalah Muhammad bin Zakariya ar-Razi. Selain medis, kontribusinya dalam bidang kimia juga luar biasa.

Dia telah mendapat banyak gelar, seperti dokter terbaik pertama di dunia, Bapak Psikologi, Bapak Psikoterapi, dan Bapak Pediatri.

Lebih lanjut, ia menulis 200 buku tentang berbagai ilmu pengetahuan yang setengahnya merupakan buku dalam bidang medis.

Bukunya dalam bidang medis, yang berjudul “al-Mansouri” adalah salah satu dari dua buku medis abad pertengahan yang paling berpengaruh.

Muhammad bin Zakariya ar-Razi juga ilmuwan pertama yang berhasil mengidentifikasi dan juga mengobati cacar dan campak, sehingga atas hal itu dia mendapatkan gelar Dokternya Dokter.

Dalam bidang kimia, dia adalah orang yang mengklasifikasikan mineral ke dalam 6 kategori dan menemukan bahan kimia seperti, alkohol dan minyak tanah.

Itulah beberapa ilmuwan muslim yang berkontribusi besar dalam dunia sains hingga saat ini. Kunjungi Juga: 7 Negara Muslim dengan Militer Terkuat Di Dunia, Ada Indonesia

 

Daftarkan rencana ibadah Haji dan Umroh-mu bersama Ayohaji sekarang! Dan dapatkan penawaran menarik paket ibadah Haji dan Umroh dengan mengisi form di bawah ini atau juga bisa ke halaman Daftar. Tim Kami akan segara menghubungi Anda.

*
*

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *